Laman

Rabu, Mei 05, 2010

Kesel....

Ini berhubungan erat sama kekesalan yang lagi aku alamin sekarang. Mudah-mudahan yang aku ceritain di bagian yang jayus itu ngga terjadi ya di kehidupan nyata. Amin

Saya...........lagi sebel sama seorang cowok. Sebut saja namanya Tyo. Dia berusia 27 tahun. Jenis kelamin jelas, laki-laki. Dimata saya dia cowok, bukan pria. Dia itu temennya sepupu saya. Dia orangnya suka ngajak saya chat di FB. Chat sama dia itu ngga ada ujungnya, apa aja diobrolin mulai dari yang penting sampai ke hal-hal yang ngga penting. Semua status, wall, link, dan segala macemnya yang saya post ke FB, ga pernah absen dikomenin sama si Tyo itu. Orangnya sih baik, udah nganggep saya kaya adenya sendiri. Tapi lama-lama karena "kebaikannya" yang lebay itu, saya jadi kesel. Bener-bener males pokoknya berhubungan sama tu orang. Akrab kan juga ada batesnya dong. Dari situlah saya tau kalo dia ada rasa lah sama saya, entah itu perasaan apaan. Suka, sayang, cinta, cuma dia dan Tuhan yang tau. Jujur aja nih, saya emang lagi ga mau deket sama cowo manapun, seganteng apapun, kalo ada tujuan khusunya (pacaran). Mau dia seganteng Sebastien Izambard atau paling banter Surya Saputra lah, tetep aja saya ngga mau, soalnya ngga pengen gitu.Lagian saya juga masih kecil, belum cukup dewasa untuk ngelakuin hal yang kaya begitu (15 tahun artinya masih anak-anak kan??).

Sampai suatu hari, saya meng upload foto sepupu saya, sebut saja namanya Rachma, yang tampangnya agak lumayan. Lalu Tyo mengomentari foto Rachma itu. Dan Tyo meng add FB Rachma. Kekasih Rachma, Ule, juga meng add FB Tyo.

Suatu ketika, saya berkata kepada Rachma, bahwa Tyo itu orangnya menyebalkan. Saya menceritakan semua tentang Tyo pada Rachma dan Rachma menjadi ikut kesal. Lalu saya memerintahkan Rachma untuk mendekati Tyo, dengan tujuan memperingati Tyo agar tidak terlalu lebay sekaligus untuk mengetahui perasaan Tyo kepada saya.

Dari sini, misi dimulai. Rachma mengomentari salah satu status Tyo, dan Tyo mengirimkan inbox kepada Rachma. Perkenalan mereka dimulai, dan mereka membicarakan tentang saya juga. Sampai suatu ketika Tyo berkata :

"Laras itu cuma temen ngobrol aja, lagian, ngapain saya suka sama Laras. Laras itu orangnya anti pacaran, kalo saya suka sama dia, nanti dikira saya pedofil loh..."

Berawal dari situ, kecurigaan Rachma kepada Tyo melunjak, karena Tyo berkata pada Rachma, jangan mengatakan bahwa ia senang mengobrol dengan saya kepada sepupu saya, dan Rachma membalasnya dengan pernyataan yang agak halus namun menyindir. Sehingga Tyo salah paham dan mengalami sedikit perselisihan dengan Rachma. Dan perselisihan Tyo dengan Rachma ini membuat Ule menjadi geram. Lalu Ule memarahi Tyo dan terjadilah keributan hingga Tyo mem-block FB Ule. Ule menganggap Tyo pengecut, dan menyuruh saya untuk menghapus Tyo dari daftar teman saya.

Saya memutuskan, untuk mengadukan hal ini kepada ibu saya dan sepupu saya, dan bersama sepupu saya, saya akan menyelesaikan permasalahan ini, tanpa campur tangan Rachma dan Ule.


Ini baru intro. Jayusnya mulai dari sini kawan-kawan....

Saya takut, setelah saya mengadukan hal ini pada sepupu saya, Tyo berusaha mencari alamat saya, dan mendatangi rumah saya dengan penampilan yang sangat rapi dan klimis, membawa sekuntum mawar merah, berani menerobos hujan demi meraih hati saya.

Sesampainya dirumah saya, di depan seluruh keluarga saya ia berkata :

"Laras, aku mau bilang sesuatu ke kamu....." kata Tyo

"Bilang apa Yo?"

"Laras, kamu harus tahu sesuatu. Aku ini hanya lelaki biasa. Aku ngga punya banyak duit, aku ngga punya rumah mewah, aku bukan anak siapa-siapa. Aku juga ngga ganteng dimata kamu. Di mata kamu aku ini mungkin cuma sampah yang harus dimusnahkan. Tapi, aku punya cinta!!!!!!!!!!!!! Cinta yang tulus buat kamu. Aku ini cuma lelaki biasa yang punya cinta buat kamu. Ya, hanya cinta. Bukan yang lain. Aku suka kamu, aku sayang kamu, dan aku cinta sama kamu. Kamu harus tau gimana perasaan aku ke kamu. Yang aku mau cuma kamu bahagia, biarpun sama lelaki lain, selain aku. Inget kata-kata aku...."

Kalo yang bilang gini tampangnya mirip Surya Saputra sih saya terima. Tapi kalo dia mah, ga akan saya terima.

Lalu, saya berkata

"Aku ngga bisa Yo, aku ngga bisa!!!!!!!!!!"

"Laras!!! Dengerin aku dulu."

Wajah Ayah dan Ibu saya mendadak merah. Ayah saya yang emosi langsung menampar Tyo, Ibu saya memanggil penjaga rumah untuk mengusir Tyo. Kakak-kakak saya mengajar Tyo habis-habisan. Lalu Tyo pulang dengan tangan hampa. Ia frustasi dan memutuskan untuk tinggal di jalan.

Di jalan, ia menemukan sebuah gitar. Ya, gitar. Diambillah gitar itu, dan muncul ide untuk menciptakan lagu yang bertemakan patah hati. Saat ia bernyanyi sambil memainkan gitar itu, tiba-tiba ada seorang produser mendatanginya dan menawarkannya untuk rekaman. Album perdananya sukses dan laris dimana-mana. Tyo mendadak menjadi kaya, mempunyai pacar cantik dan 2 tahun kemudian mereka menikah.

"And they lived happily ever after"

Tidak ada komentar: