Laman

Sabtu, Juni 12, 2010

Kondom

Copas dari Kaskus, NO BB inside!!!

Badanku terbuat dari karet yang lentur dan terkadang ada pelumas di sekitar tubuh aku. Pelumas yang ada terdiri dari berbagai rasa, ada pisang, strawberi, durian, dan lain-lain. Warnaku putih susu dan cenderung transparan. Aku tak memiliki anggota tubuh lengkap seperti manusia yang memiliki kepala, tangan, dan kaki. Aku ada dua jenis, laki-laki dan perempuan. Untuk yang laki-laki, Aku berbentuk memanjang sekitar 15 cm dengan sebuah lubang di ujungnya. Sedangkan untuk yang perempuan, dengan panjang yang sama ada semacam spons di ujung dan lingkaran seperti gelang di ujung yang lain.

Aku biasanya digunakan di daerah yang menurut sebagian orang adalah daerah yang tabu. Aku sendiri heran, mengapa mereka anggap itu tabu, padahal itu juga ciptaan Tuhan yang mesti dirawat dan dijaga. Tanpa ada dua hal itu kelangsungan hidup manusia akan terhambat. Dan karena dua hal itu dianggap tabu dan Aku digunakan di daerah itu, maka Aku pun mendapat imbas dari ketabuan itu.

Aku sering melihat sahabat sejenisku ada di TV mengiklankan diri mereka. Dan jam tayang mereka adalah di saat malam hari di mana pemirsanya adalah orang dewasa. Aku juga berada di apotek dan toko swalayan yang ada di bagian produk obat. Aneh juga yah, padahal aku tidak mengandung efek samping jika digunakan, tapi kok ada di antara obat-obat. Selain itu juga tidak ada tulisan ”jika sakit berlanjut hubungi dokter”.

Kalau dilihat dari fungsinya, banyak yang bilang Aku berfungsi sebagai pelindung, yakni pelindung dan pencegah dari kehamilan, HIV, dan IMS (Infeksi Menular Seksual). Sama halnya dengan helm yang berfungsi untuk melindungi kepala. Atau juga sarung tangan pabrik untuk melindungi tangan ketika bekerja. Artinya kalau dari sisi fungsi, aku seharusnya sejajar letaknya dengan helm dan sarung tangan pabrik. Kenapa Aku ditaruh di bagian obat? Tidak usah dipikirkan terlalu dalam, bisa saja itu karena ruang yang kosong buat Aku hanya ada di situ. Atau karena bentuk Aku yang terlalu kecil, kalau di antara helm dan sarung tangan serasa tidak serasi dan secara estetika tidak sedap dipandang mata.

Hal yang membuat Aku juga heran adalah ketika orang membeli aku, mereka akan malu-malu dan berbisik ke pelayan toko. Beda halnya kalau mereka membeli sabun, sampo, sikat gigi, sayuran, buah, coklat, permen, dengan santai mereka bisa mengambil itu tanpa harus berbisik. Apakah hanya karena Aku berhubungan dengan hal yang tabu itu? Ah, tidak juga, aku bisa melihat ada plang Mak Erot berkibar di pinggir jalan dengan gagahnya. Dan ada plang di bioskop berjudul ”Extra Large” dengan perkasanya. Bukankah mereka-mereka itu juga berhubungan dengan ketabuan? Sedangkan Aku yang bentuknya lebih kecil tidak seperti itu diapresiasikan. Kadang pengen juga ada gambar aku yang besar di baliho.

Aku juga sering disalahkan ketika ada remaja atau keluarga yang hamil. Remaja yang hamil menyalahkan aku dengan kalimat ,”kamu sih enggak bawa kondom!”. Keluarga yang hamil mengatakan,”wah, kondomnya bocor!”. Itu bukan salah Aku doooong, salah mereka laaaah. Siapa suruh lupa bawa Aku. Kalau masalah aku bocor, sepertinya mereka salah cara pakainya.

Kalau ditanya siapa yang menciptakan Aku, pastinya Aku diciptakan oleh manusia dengan daya pikir cerdas dan teknologi canggih. Tujuan Aku diciptakan adalah untuk melindungi manusia baik itu dari kehamilan, HIV dan AIDS, dan IMS. Karena Aku sudah dibuat, terserah manusia Aku akan dimanfaatkan sebagai apa. Kalau kurang balon buat pesta ulang tahun bisa saja menggunakan Aku. Asal siap-siap saja jadi bahan gosip satu kampung. Hehehe........

Tapi di antara semua itu, Aku bahagia karena Aku paling tahu sisi rahasia manusia yang dianggap tabu. Dan kalau saja Aku dapat bicara dan menginginkan ketenaran, bisa saja Aku sebarkan di infotainment siapa-siapa saja artis, pejabat, politikus, siswa, mahasiswa, mahasiswi, yang pernah menggunakan Aku. Yah, inilah Aku. Suka tidak suka, senang tidak senang, bagaimana Anda menyikapinya.

Karena Aku adalah ..... kondom

1 komentar:

Dewi mengatakan...

Bagus banget cerita si kondom, mengena sekali