Laman

Jumat, Maret 23, 2012

Untitled alias Masih Belum Ada Judul - Part 2

Suasana yang cerah menyinari pagi yang indah ini. Ayah Danela masih membaca koran sambil menyeruput segelas teh manis yang masih hangat. Sementara di dapur, Ibu Danela tengah menyiapkan sarapan untuk suaminya dan Danela yang masih terlelap. Kemudian ia memanggil sang suami.

"Pa..."
"Apa Ma?"
"Papa udah selesai baca koran? Ini sarapannya udah jadi."
"Belum ma, sebentar lagi papa masuk."
"Ada telor orak-arik kesenengan papa loh..."

Mendengar perkataan istrinya, tanpa basa-basi, Ayah Danela langsung meletakkan koran dan kacamata bacanya di atas meja. Ia pun segera masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang makan.

"Papa udah telpon Pak Prabowo belum?"
"Belum Ma, papa telpon sekarang aja ya."

Lalu, Ayah Danela langsung menelpon Pak Prabowo.

"Halo, selamat pagi, bisa bicara dengan Pak Prabowo?"
"Pagi, saya sendiri Pak, ini dengan siapa ya?"
"Ini dengan Pak Hadi."
"Maaf, Pak Hadi yang mana ya? Saya lupa."
"Hadisubroto, baru seminggu yang lalu pak kita ketemu, masa lupa."
"Oooh, iya iya iya maaf ya pak saya lupa. Temen saya banyak yang namanya Hadi, jadi bingung saya pak. Maklum lah, udah umur. Ada perlu apa ya pak? Tiba-tiba nelpon pagi-pagi."
"Jadi gini pak, saya bisa minta tolong bapak nggak?"
"Boleh-boleh, mau minta tolong apa pak?"
"Kemarin, saya baru dapet kabar kalau mertua saya jatoh dari kursi. Kakinya sakit parah pak jadi saya sama istri saya harus berangkat ke Solo buat ngurus mertua saya kira-kira sebulan lah."
"Oh, turut berduka ya pak. Saya doain cepet sembuh buat mertua bapak."
"Terima kasih pak."
"Sama-sama, jadi intinya bapak mau minta tolong apa nih?"
"Saya mau nitip anak saya nginep di rumah bapak, keberatan nggak? Dia takut sendirian pak di rumah."
"Ooh, jelas nggak keberatan lah. Danela kan pak?"
"Iya pak, nggak berani sendirian pak jadinya harus ada yang nitip."
"Boleh-boleh pak, di rumah saya banyak kamar kosong kok. Lagian kan saya udah bilang sama bapak, saya nggak kemana-mana rencananya sekarang ini. Bapak kapan berangkat?"
"Besok siang. Jadi saya anter Danela dulu ke rumah bapak baru saya ke airport ya."
"Oh begitu."
"Terima kasih banyak ya pak, maaf ngerepotin."
"Sama-sama pak, justru saya malah seneng, mari pak."

Ayah Danela menutup telepon. Ia kembali duduk untuk menyantap sarapan.

"Gimana pa? Bisa?"
"Bisa bisa, besok Nela kita anter kesana."
"Ok pa, mama panggil Nela dulu ya."

Ibu Danela berteriak kencang.

"Nela!!! Nela!!!!! Bangun nak!!!!!!"

Danela yang masih tidur terbangun dari alan bawah sadarnya saat mendengar suara kencang ibunya. Seketika, ia langsung turun ke bawah.

"Aduh mama manggilnya kenceng banget sih, berisik tau. Nela kan masih tidur Ma," kata Danela dengan wajah yang masih mengantuk.
"Nela, mama udah punya solusi."
"Solusi apaan?"
"Mulai besok kamu nginep di rumah Om Prabowo ya nak."
"Di rumah siapa tadi ma?"
"Om Prabowo, yang dulu liburan bareng kita itu loh."
"Oooh yang ke Bunaken, papanya Olla kan?"
"Iya sayang, jadi selama mama papa pergi kamu nginep disana ya."
"Iya deh ma."
"Kamu seneng nggak?"
"Ya...lumayan deh," jawab Danela sambil tersenyum
"Nah, gitu dong anak mama. Kamu sarapan dulu deh abis itu siapin barang-barang buat besok."
"Ok ma."

Keluarga Danela menyantap sarapan yang telah disajikan. Setelah itu, Danela langsung menyiapkan segala keperluannya untuk menginap di rumah Pak Prabowo.

Sementara, pada sore hari, Pak Prabowo dan keluarganya tengah bercengkrama di teras depan rumahnya.

"Ma, tadi pagi papa dapet telpon dari Pak Hadi."
"Pak Hadi suaminya Bu Mila kan?"
"Iya."
"Oh ya? Tadi Pak Hadi bilang apa?"
"Dia bilang, anaknya minta dititipin disini. Soalnya mertuanya lagi sakit di Solo, nggak ada yang ngurusin. Jadi Pak Hadi sama istrinya kesana."
"Danela kan? Kapan datengnya pa?"
"Iya, Danela. Besok dia dianterin kesini sebelum Pak Hadi ke airport. Danela nginep disini kira-kira sebulan lah, boleh kan ma?"
"Bo....."

Olla datang dan memotong pembicaraan kedua orangtuanya.

"Ma, pa, siapa yang mau nginep sini?"
"Mbak Danela nak, anaknya Om Hadi."
"Hah? Demi apa Mbak Nela mau nginep sini?"
"Iya nak, nginep sebulan. Tadi pagi Om Hadi nelpon papa."
"Yessss!!!! Bosen aku sendirian disini. Lumayan lah ada yang nemenin."

Beberapa saat kemudian, Rio datang...

"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
"Mas Rio tumben pulang cepet, udah dapet cuti belom?" tanya Bu Netty.
"Udah dong. Om, tante, aku ke kamar dulu ya."
"Kok buru-buru banget? Ngobrol sini dulu lah sebentar," kata Pak Prabowo
"Ada urusan om, aku duluan ya."
"Ya..."

Di kamar, Rio segera menyalakan komputernya untuk mengecek email. Ia telah menerima email dari Rey. Saat Rio sedang membacanya, tiba-tiba sang tante masuk ke dalam kamarnya.

"Rio, makan dulu gih sedikit. Ada kue soes loh di luar."
"Nanti aja tante aku makannya."
"Itu kue soes dari papamu loh, kan baru abis dari luar kota."
"Udahlah tante tenang aja, ntar aku keluar kok buat makan."
"Cepet makan sekarang gih, udah mau diabisin sama Olla."
"Dia mah emang rakus tante."
"Kamu sekarang lagi ngapain?"
"Ngecek email tan."
"Tante lupa bilang ke kamu, besok Danela, anaknya Om Hadi mau nginep disini."
"Nginep?"
"Iya, nginep disini sebulan soalnya Om Hadi sama Tante Mila lagi pergi ke Solo. Neneknya sakit nggak ada yang jagain."
"Oiya tante, aku lupa bilang, Rey juga mau kesini tiga hari lagi."
"Oya?? Kok Rey nggak bilang-bilang tante? Biasanya dia bilang loh." kata Bu Netty terkaget-kaget.
"Kemarin dia telpon aku tan, katanya temennya ada yang mau dateng kesini, aku diminta jadi tour guide mereka."
"Oh gitu...kalo gitu nanti suruh Mbak Inah beresin kamar tamu ya, kamar atas sama kamar bawah ya."
"Iya tan."

Kemudian, Rio menyuruh Mbak Inah untuk merapikan kamar tamu di lantai atas dan di lantai bawah. Kamar tamu ini disiapkan untuk Danela dan Rey yang akan menginap di rumah. Tak lama kemudian, Olla masuk ke kamar Rio.

"Mas Riooooo, gue bawain nih soesnya," kata Olla sambil tersenyum.
"Hmm...kayaknya enak nih. Makasih ya dek."
"Gue baik kan udah bawain semua ini buat lo."
"Jadi pura-pura nih ceritanya," kata Rio dengan tatapan pura-pura sinis.
"Nggak mas serius gue mau tobat jadi baik."
"Sukur deh kalo gitu."
"Mas, lo udah tau kalo Mbak Nela mau nginep?"
"Udah dek, Mas Rey kan juga mau kesini."
"Eh serius lo mas?" tanya Olla keheranan.
"Iya, tapi masih tiga hari lagi."
"Lo lagi buka apaan tuh mas?"
"Buka email, ada kerjaan liburan."
"Kerjaan apaan tuh mas? Kepo dong," kata Olla yang penasaran.
"Ada deh, mau tau aja lo."
"Nah tab sebelah buka apaan tuh mas?"
"Ah ini lagi, lama-lama kerjaan gue nggak kelar-kelar nih."
"Oh...mantan...sayang sekali ya dia udah married. Cantik loh mas padahal, tajir lagi."
"Ya mau digimanain lagi de...keinget terus sampe sekarang."
"Lupain lah mas, fokus sama yang sekarang..."
"Nggak ngerti sih lo gimana kejadiannya."
"Kepo lagi dong."
"Keluar nggaak lo de sekarang, kerjaan gue numpuk ini..." kata Rio sambil mengusir sepupunya.

Tanpa basa-basi, Olla langsung bergegas keluar dari kamar sepupunya itu sambil tersenyum.

Tidak ada komentar: