Laman

Sabtu, Maret 24, 2012

Untitled alias Masih Belum Ada Judul - Part 3

Keesokan harinya, Danela telah siap dengan kopernya. Begitu pula dengan kedua orangtuanya. Mereka telah siap pergi ke tujuan masing-masing. Danela hendak pergi menginap ke rumah Pak Prabowo, sedangkan kedua orangtuanya hendak ke Solo. Perjalanan dari rumah Danela ke rumah Pak Prabowo begitu jauh, sehingga Danela tertidur dalam keadaan iPod miliknya masih terpasang di telinganya. Hingga pada jarak 100 meter menuju rumah Pak Prabowo, Danela masih saja tertidur. Ibunya pun membangunkannya.

"Nela, bangun, bentar lagi udah mau nyampe."

Danela terbangun dan melepas iPodnya.

"Udah mau nyampe ya ma? Nela masih capek ma..."
"Tunggu sebentar lagi ya sayang, jangan tidur."

Akhirnya, mereka sampai juga di rumah Pak Prabowo. Pak Prabowo dan istrinya langsung menyambut keluarga Danela. Mereka bersalaman dan saling menanyakan kabar. Tak lama kemudian, Rio dan Olla yang melihat suasana bahagia tersebut dari kejauhan muncul dan menyapa Danela.

"Hai Nel, apa kabar lo? Sombong banget ya BBM udah nggak pernah dibales lagi," tanya Rio.
"Baek Yo, waktu itu HP gue rusak makanya nggak dibales. Eh, ada Olla juga, apa kabar?" jawab Danela.
"Baik Mbak, masih single?" tanya Olla.
"Masih lah de, cariin dong," kata Danela sambil bercanda.
"Iya deh aku cariin nanti, apa sih yang nggak buat Mbak Nela," kata Olla.
"Aisssh bisa aja lo de," kata Danela sambil menggoda Olla.
"Berapa lama Mbak nginep sini?" tanya Olla.
"Sebulanan lah, selama liburan ini. Nenek gue sakit masa de, jadinya bonyok pergi ke Solo, gue ditinggal deh," keluh Danela.
"Sakit kenapa Nel?" tanya Rio.
"Jatoh gitu Yo, btw sekarang Olla kelas berapa ya?" kata Danela.
"Kelas 2 SMA Mbak. Mbak Nela ntar tidur di kamar tamu ya, aku tunjukkin," jawab Olla.
"Sip sip," kata Danela.

Kemudian, Danela mengajak Rio mengobrol kembali.

"Yo, kurusan lo sekarang," goda Danela.
"Hehehe iya dong," kata Rio sambil tersenyum kecil.
"Rahasianya apaan? Kayaknya berat badan lo turun drastis deh. Nih, gue masih punya foto lo 2 tahun yang lalu, masih endut parah, gue tunjukkin nih..." kata Danela sambil menunjukkan foto lama Rio.
"Gue main tenis mulu sekarang makanya kurus. Sehari bisa beronde-ronde gue mainnya," kata Rio sambil tertawa sedikit.
"Ah yang bener lo mah, apa jangan-jangan lo udah punya cewe makanya lo diet?" tanya Danela.
"Nah itu dia salah satunya juga Nel," jawab Rio sambil tertawa kecil.
"Laku juga lo akhirnya. Udah berapa lama Yo?" tanya Danela sambil tertawa.
"Baru 6 bulanan, lo nih, kapan jadian?" tanya Rio dengan ekspresi bercanda.
"Doain aja lah yang terbaik buat gue, ceilah..." kata Danela.
"Amin...amin..." kata Rio.
"Eh gue ke kamar tamu dulu ya," kata Danela.

Olla pun menghampiri Danela...

"Sini Mbak, aku anterin."

Lalu Olla mengantar Danela ke kamar tamu. Danela menaruh barang-barangnya disana. Setelah itu, Olla dan Danela berkeliling rumah. Olla mengajak Danela mengitari seluruh ruangan di rumahnya agar tidak kebingungan jika hendak mencari suatu ruangan di sudut rumah tertentu.

Pada malam harinya, Danela, Rio, dan Olla mengobrol di ruang keluarga. Rio dan Olla sedang menonton film, sedangkan Danela yang seorang gadget-freak sedang sibuk dengan laptopnya. Mereka pun mengobrol.

"Olla, lo bisa tolongin gue nggak?" tanya Rio.
"Minta tolong apa mas?" tanya Olla.
"Kan temennya Mas Rey, orang bule, mau kesini. Gue disuruh nganter-nganterin itu deh, jadi tour guide. Lo bisa tolongin bikin papan nama nggak?" tanya Rio lagi.
"Papan nama?" tanya Olla.
"Itu loh, yang biasa dipegang orang-orang tour hotel taksi segala macem di airport, ntar lo nulisnya Turner Family ya." kata Rio yang tengah menjelaskan kepada Olla.
"Oh, yang kaya gitu, kapan mas?" tanya Olla lagi.
"Ya sekarang lah," jawab Rio.
"Maksud gue kapan dipakenya?" tanya Olla.
"Besok deeeeeeeeeeeeeee." kata Rio.
"Jiaaaah," keluh Olla.
"Buruan bikin lo, cepetan," kata Rio.
"Iye iye," kata Danela.

Olla bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat papan tersebut. Tak lama kemudian, ia kembali ke ruang keluarga untuk membuat papan. Pada saat itu juga, Danela mengajak Rio mengobrol.

"Cie, yang mau jadi tour guide."
"Ah biasa aja dong. Lo juga mau jadi tour guide bentar lagi?"
"Hah? Maksud lo?"
"Lo liat aja nanti?"

Olla pun ikut menimpali Rio.

"Iya, ntar Mbak Nela jadi tour guide juga, ehem ehem ehem," goda Olla.
"Ngerti maksud gue kan dek?" tanya Rio.
"Ngerti laaah masa nggak," kata Olla.
"Kalian berdua maksudnya apaan sih? Makin bingung gue," tanya Danela keheranan.
"Pokoknya lo liat aja nanti. Sabar ye, tunggu tanggal mainnya," goda Rio.
"Serah lu dah," kata Danela kesal.
"Udah sana balik pesbukan lagi," kata Rio.
"Males gua sama lo berdua, cuih," kata Danela.
"Nela, jangan marah nape, gue sama Olla kan cuma bercanda," kata Rio.
"Bodo amat, kaya gue peduli aja," kata Danela kesal.

Danela yang berpura-pura marah di depan Rio dan Olla melanjutkan aktivitasnya di depan laptop miliknya. Sedangkan Rio masih sibuk menonton film dan Olla mennyelesaikan papan yang akan digunakan besok.

Tidak ada komentar: