Laman

Minggu, April 29, 2012

#afterpoke

After kepo maksudnya. Pengen curhat dikit ah.

Hari ini kuhabiskan dengan belajar untuk ujian praktikum biomol yang akan diadakan pada hari Senin nanti. Tadinya aku ingin pergi untuk belajar di kos-kosan salah seorang temanku. Namun, apa daya angan tak sampai. Selain tidak ada yang mengantar, aku ingin fokus pada sejumlah hafalan yang menumpuk yang merupakan materi ujian praktikum. Walaupun menurut para senior modul ini mudah, aku tetap harus berjuang agar tidak gagal.

Alhamdulillah, hari ini aku berhasil mempelajari satu-sepertiga tentir praktikum. Tak seperti biasanya yang hanya sedikit. Waktu pun terus berjalan dan akhirnya hari berganti. Tubuhku semakin lelah dan akhirnya aku menyudahi kegiatan belajarku itu. Meskipun tubuhku lelah, mataku tetap belum lelah. Mungkin ini merupakan efek dari secangkir kopi yang tadi kuminum. Aku pun bingung ingin melakukan apa sehingga hasrat untuk kepo kembali muncul.

Dia, dia, dia. Dia kembali muncul dalam pikiranku. Sebenarnya bukan dia yang pertama, melainkan kawannya. Kebetulan aku mem-follow sang kawan di twitter. Untungnya, karena kami tidak saling mengenal, ia tidak mem-follow aku balik sehingga aku cukup lega karena ia tidak bisa melihat kicauanku secara intens. Ketika dipikiranku terlintas namanya, aku langsung mencari namanya di Facebook walaupun aku tahu akun Facebooknya sudah tidak aktif sejak setahun yang lalu karena sebuah 'insiden' yang menyebabkan orangtuanya melarang ia untuk berjejaring sosial.

Dan, banyak sekali fakta baru yang aku temukan karena Facebook sendiri 'terhubung' dengan sebuah search engine sehingga aku dapat menemukan sebuah link berita tentangnya. Aku tidak ingin menceritakannya terlalu gamblang disini.

Pada link tersebut, aku membaca mengenai perjuangan besar seorang anak untuk menolong ibunya hingga mengorbankan nyawa sang anak. Lalu, terdapat satu penyakit yang dicantumkan pada link itu yang mengingatkan aku pada praktikum Patologi Anatomi pada modul Selgen kemarin.



Tentu penyakit ini merupakan penyakit yang sangat parah. Terlebih lagi, penyakit ini bisa disebabkan oleh 'penjalaran' dari penyakit lain yang kondisinya sudah sangat buruk sehingga hanya ada satu cara untuk menyembuhkannya, yaitu donor.

Alhamdulillah, semua selamat setelah proses donor ini sehingga prognosis buruk dapat dicegah. Dan aku menjadi teringat pada sebuah cerita di buku Robbins halaman 8 saat aku mengetik post ini (mulai dari The classical)



Selain itu, aku juga teringat akan kalender di kamar yang menunjukkan gambar dari penyakit itu. Sebenarnya, itu merupakan kalender dari sebuah pabrik obat yang aku tidak tahu mengapa bisa digantung di dinding kamarku.

Kisah ini sangat menyentuh. Aku menjadi teringat akan kedua orangtuaku, terutama mama yang sudah berusia tua. Sampai sekarang ini, rasanya aku belum pernah membahagiakan mama. Aku selalu merepotkannya dan membuatnya kecewa tanpa aku sadari. Sulit bagiku untuk berubah menjadi lebih baik. Aku menjadi takut, jika aku besar nanti, mampukah aku membalas semua kasih sayang mama yang telah ia berikan sejak aku baru terbentuk dari konsepsi?

Mungkin suatu saat nanti aku pasti bisa membalasnya. Aku berjanji akan selalu mendoakan mereka agar selalu sehat, selamat, bebas dari hal yang tidak diinginkan, dan berada di bawah perlindungan Allah. Amin ya Rabbal Alamin

1 komentar:

Gagah NJ Putra mengatakan...

http://njp-kataku.blogspot.com/
telah berkunjung kemari. kunjungi aku yaa
makasih ^_^