Laman

Jumat, Juni 07, 2013

For My Dearest Family

Jakarta, 7 Juni 2013

Kepada
Seluruh Anggota Keluarga
di tempat


Mungkin sebagian dari kalian akan memandang tulisan ini sebagai tulisan yang isinya cuma menye-menye dan tidak penting. Tapi aku hanya ingin mencurahkan isi hatiku kepada kalian.

Aku tahu, kita sedang mengalami suatu jejas. Sebagian dari kita tentu saja ada yang kecewa, sangat kecewa. Aku pun merasakan hal yang sama walau dalam konteks yang mungkin berbeda. Hatiku sakit, hatiku hancur melihat jejas ini. Aku tak mengerti mengapa harus ada kejadian seperti ini, yang datangnya tiba-tiba, dan mengancam kesatuan kita sebagai sebuah keluarga. Ketika jejas ini terjadi, aku berusaha untuk berpikir positif. Mungkin ini suatu pertanda dari Tuhan agar kita bisa memperbaiki diri kita dengan lebih dekat kepada-Nya dan lebih dekat antara satu sama lain sebagai saudara tanpa pandang bulu. 

Cobalah kita semua merenung, dan mengingat-ingat kembali apa saja yang pernah kita lalui bersama. Mulai dari awal bertemu, berkenalan, dekat satu sama lain, berkumpul, dan yang utama, menggapai tujuan utama kita bersama-sama tanpa ada satupun yang tertinggal di belakang. Tentunya, semua ini tidak selalu berjalan dengan mulus. Ada kerikil-kerikil kecil yang kita lalui dan membuat kita menjadi lebih kuat dan bersatu. 

Kita semua bersaudara, walaupun berasal dari orangtua yang berbeda. Kita melewati berbagai macam hal bersama. Siang dan malam aku tak pernah kesepian, karena ada kalian. Kalian mengajarkanku bagaimana menjadi manusia yang lebih baik. Kalian mengajarkanku cara menghargai orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda denganku. Dari kalian, aku belajar mengenai toleransi. Toleransi? Tak hanya soal keyakinan, tetapi juga soal pandangan atau kebiasaan yang berbeda. Aku juga belajar dari kalian, bahwa masih banyak orang baik di dunia ini. Walaupun terkadang kita jauh, tetapi hati kita selalu dekat. Kalian semua merupakan sekian dari seluruh orang-orang hebat yang pernah kutemui selama hidupku. 

Aku tak ingin, dengan adanya jejas ini, hubungan persaudaraan antara kita menjadi putus. Aku tak ingin putus silaturahmi dengan kalian. Aku tahu, memang perlu waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana caranya agar semua kembali seperti semula. Tapi, kalau kita bisa kembali bersatu lebih cepat, akankah itu lebih baik, saudara-saudaraku?

Sebenarnya aku ingin memasukkan foto kalian ke dalam tulisan ini. Aku juga ingin mengutip tulisan seorang saudara kita yang sungguh menginspirasi. Tapi, karena alasan privasi, aku tak memasukkannya. 

Akhir kata, semoga kita semua bisa menjadi individu yang lebih baik kedepannya dan menjadi keluarga yang semakin bersatu.


Salam hangat dari sahabat, saudara, salah satu bagian dari kalian,


L.K.P.

Tidak ada komentar: