Laman

Sabtu, Agustus 31, 2013

Belajar di FK ngapain aja sih?

Penulis adalah seorang mahasiswa FK salah satu PTN di Jakarta Pusat. Penulis menulis postingan ini dengan tujuan iseng dan sedang tidak ada kerjaan.

Jadi, di FK itu belajarnya gimana? ngapain aja? capek ngga? susah ngga? bakal coba saya jabarin disini. Isi disesuaikan dengan apa yang sebenarnya ada di kampus tempat saya belajar.

Di FK pembelajarannya dibagi ke dalam modul-modul, bukan mata kuliah. Kalo kata orang SKS nya dipaketin. Satu modul bobotnya biasanya 5 atau 6 SKS. Dalam satu semester biasanya ada 3-4 modul (disini kalo ngikutin kurikulum 2005, ganjil ada 3, genap ada 4). Satu modul ya...biasanya satu sistem. Misalnya modul Sel & Genetika, Neurosains, Muskuloskeletal, Gastrointestinal, gitu-gitu deh. Semakin naik tingkat modulnya semakin abstrak, misalnya Metabolik Endokrin, Infeksi Imunologi, Hematologi Onkologi, dll (disini kita bicara preklinik ya). Dalam satu modul kegiatannya ada apaan aja sih?

1. Kuliah

Ya iyalah ada kuliah. Jadi, mahasiswa satu angkatan yang jumlahnya seratusan orang lebih itu dikumpulin di dalem satu ruang kuliah yang gede. Dosen ngejelasin materi dalam bentuk slide di depan dan biasanya di akhir kuliah ada sesi tanya jawab. Atau bisa aja dosennya mau diinterupsi dengan pertanyaan ditengah-tengah. Biasanya, mahasiswa kalo ga semangat ya ngantuk, tidur di belakang. Oiya, kuliah ini sifatnya ngga wajib biarpun ada absennya. Tapi, ada beberapa modul yang mewajibkan mahasiswa ikut kuliah (baca : absensi dihitung). Dalam satu modul umumnya ada lebih dari 20 kuliah, durasi 1 kuliah biasanya 1-2 jam.

2. Diskusi

Disini dibagi jadi 2 diskusi (atau bisa 3 kalo materi yang dibahas banyak). Diskusi ini dipandu seorang fasilitator (dosennya lah) yang tugasnya memperhatikan proses diskusi, mengingatkan kalo ada yang melenceng, dan pastinya ngasih nilai dong ya. Dalam satu modul biasanya ada 8 kali diskusi (seminggu 2 kali) dengan 4 pemicu berbeda. Apaan tuh pemicu? Baca aja paragraf berikutnya.

Diskusinya pake metode PBL (Problem Based Learning). Jadi ada problemnya terus kita learn dari problem itu (?). Gampangnya, di awal diskusi biasanya ada pemicu berupa kasus gitu. Misal, seorang anak berumur 7 tahun datang bersama ibunya ke dokter dengan keluhan batuk sejak 3 hari yang lalu dan seterusnya. Terus disuruh bikin suatu "pemecahan masalah" pake 12 (lupa berapa) langkah Branda (apa Brenda ya?). Pokoknya ada kata kunci, kata sulit, identifikasi masalah, hipotesis, dll kaya metode penelitian lah. Terakhirnya ada daftar pertanyaan. Pertanyaannya biasanya ada banyak dan dibagi-bagi ke masing-masing anggota kelompok (biasanya sekelompok 10-11 orang) untuk dijawab (dipresentasikan) pada diskusi selanjutnya. 

Antara diskusi 1 sama 2 biasanya ada jeda 3 hari. Dalam 3 hari itulah kita harus menyelesaikan tugas yang disini disebutnya LTM (lembar tugas mandiri). Di LTM itu intinya harus dijelasin apa sih jawaban dari pertanyaan yang diajukan pas diskusi pertama serta berbagai macam hal yang mendasarinya. Daaan harus pakai referensi terpercaya dengan metode Vancouver. Terus kita bikin slide presentasinya juga buat dipresentasiin ke temen-temen sekelompok dan fasilitator. FYI, dalam setahun sekelompok orangnya sama terus. Praktikum dan sejumlah kegiatan akademis biasanya bareng kelompok itu juga. Jadi, jaga hubungan dan kekompakan ya.

Pas diskusi kedua, satu persatu orang presentasi, dan di akhir diskusi kita bikin kesimpulan apakah hipotesis yang kita ajukan di diskusi pertama diterima atau tidak (kek orang jadian aja) dan apa alasannya. Semua presentasi ini nantinya digabung dalam satu slide kelompok yang akan dipresentasikan pas pleno yang akan saya jelaskan di nomor selanjutnya.

3. Pleno

Pleno ini mirip sama kuliah. Tapi pemberi "kuliah"nya itu dari temen kita sendiri. Jadi sebelum pleno diundi dulu kelompok diskusi mana yang bakal maju. Dua atau tiga kelompok yang beruntung bakalan maju dan mempresentasikan apa aja hasil diskusi mereka kemarin. Abis satu kelompok presentasi ada sesi tanya jawab, yang nanya kelompok lain yang jawab ya kelompok yang maju onoh. Setelah semua presentan maju dan tanya jawab kelar, bakal ada feedback dari narasumber (dosen) yang berasal dari disiplin ilmu terkait pemicu. Feedback ini meliputi hal-hal yang belum jelas selama proses diskusi jadi dijelasin sama dosennya.

4. Praktikum

Praktikum ada macem-macem, tergantung modulnya. Ada praktikum anatomi (yang liat-liat potongan mayat ituloh, bahasa alusnya kadaver, tenang aja, kadavernya udah dipotongin, bukan kita yang motong hahaha), fisiologi, biokimia, histologi, patologi anatomi, patologi klinik, dll. Karena sifatnya lebih practical (namanya juga praktikum), ga bikin ngantuk kok kaya kuliah hahaha. Konon katanya, praktikum ini dibagi dua, ada yg sifatnya untuk memahami lebih nyata apa yang udah dipelajari di kuliah (misalnya anatomi, liat organ benerannya atau histologi, liat struktur mikro lebih jelas pake mikroskop), atau emang melatih skill-skill praktis (bedakan ya dengan KKD, ntar di penjelasan selanjutnya) yang emang kita perlu kuasai (misalnya patologi klinik, bikin sediaan apus darah tepi). 

5. Keterampilan Klinik Dasar (KKD)

KKD ini dapetnya pas udah tingkat 2. Disinilah kita belajar kemampuan yang diperlukan pas klinik alias jadi dokter sesungguhnya. Misal, belajar nensi, nyuntik, meriksa orang, dll. KKD ini masuk ke dalam modul tersendiri, bobotnya 3 SKS. Kelompok KKD ini beda dengan kelompok pas diskusi atau praktikum dan ga ganti-ganti sampai akhir tingkat 3. Ujiannya namanya OSCE (Objective Structural Clinical Examination) yang emang horor. OSCE biasanya diadain setahun sekali, pas akhir tingkat. Selain horor, kebanyakan orang kesulitan pas OSCE gara-gara degdegan pas berhadapan dengan penguji. Hiiiiiii.......

6. Ujian

Ujian disini dibagi 2, formatif sama sumatif. Formatif itu tujuannya buat mengetahui seberapa besar sih kemampuan kita. Jawabannya true/false dan ga masuk nilai. Kalo sumatif ya ujian benerannya. Soalnya multiple choice, lebih susah dari formatif, dan masuk nilai. Dalam satu modul ada 2 kali formatif dan sumatif. Formatif biasanya di minggu 3 sama 5, kalo sumatif di minggu 4 sama 6. Formatif atau sumatif 1 biasanya materinya belasan kuliah awal, kalo yang kedua itu sisanya (paroan lah masing-masing). Di akhir modul juga ada ujian praktikum, soalnya multiple choice juga dan meliputi seluruh praktikum. Tapi, di modul tertentu ada praktikum yang punya ujian tersendiri misalnya ujian BTA atau gram staining.

7. Diskusi Topik Khusus atau Team-Based Learning (TBL)

Sebenernya ini bukan kegiatan umum tiap modul kaya yang lain sih. Mirip sama PBL tapi kaya gini, dalam satu ruangan ada beberapa kelompok, dikasih kertas isinya pemicu dan soal yang harus dijawab bareng-bareng (harusnya sih sebelum DTK atau TBL ini mahasiswa udah belajar hahaha tapi ada juga yang soalnya dijawabnya sebelum diskusinya). Terus jawaban ini akan dipresentasikan di depan dan ada kelompok lain yang nanya....kaya pleno gitudeh. Nanti ada feedback dari narasumber. Sebenernya ini metode baru yang lagi diuji coba sih.

8. Modul-Modul Ongoing

Maksudnya, kegiatan-kegiatan di modul tersendiri ini ada di tiap modul, kayak KKD. Tapi kegiatannya cuma sekali atau dua kali dalam satu modul. Misalnya modul EBP3KH (singkatannya panjang banget, saya ga hafal, sebut saja modul empati) ada tugas misal bikin film gitu yang berkaitan dengan modul yang sedang berlangsung terus diplenoin di suatu hari tertentu. Atau modul riset ada kuliah sendiri. 

9. Kegiatan-Kegiatan Online

Ada ngisi pretest, posttest, forum diskusi, formatif juga bisa jadi online. Biasanya berlangsung di Scele. 

10. Mandiri

Di jadwal ada nih. Seharusnya jam mandiri ini diisi dengan mencari referensi, belajar, bertanya kepada narasumber, dan kegiatan rajin lainnya. Tapi, karena namanya juga mandiri alias ga ada kegiatan, ya mahasiswa pada tidur, makan, main, pulang, dll. 

Selesai juga akhirnya postingan ini. Masih mau kuliah di FK setelah baca? Pikir lagi deh hahaha. Capek loh, tapi (sebenarnya) menyenangkan kok. Penulis mohon maaf kalo ada salah kata dan postingannya berantakan baik dari segi diksi maupun yang lain. See ya next post :)


2 komentar:

Rizki Pradana mengatakan...

aku jugaa baru wisuda,,lulusan kedokteran..
tapi klo kamu kedokteran manusia,,aku kedokteran tanaman...:))
apapun ilmunya jika di jalani dengan sungguh2 pasti akan selalu bermanfaat :))

salam EPICENTRUM
silahkan mampir lagi ya :))

Laras mengatakan...

ga ada di dunia ini yg ga bermanfaat gan :D thank you udah mampir :D