Laman

Minggu, November 24, 2013

Untitled alias Masih Belum Ada Judul - Part 6

Di ruang keluarga, Rio dan Olla sedang menonton televisi. Mbak Inah ikut menonton TV bersama mereka.

"Mas Rio, gimana tadi jadi tour guide nya?" tanya Olla.
"Ya capek sih, tapi seru. Masa tadi Danela sama Rey nyusulin gue ke Bogor," jawab Rio.
"Pantesan dari tadi gue nggak liat mereka mas," timpal Olla.
"Tadi gue lupa kalo Rey dateng hari ini. Untung Danela nganterin Rey kesana," kata Rio.

Mbak Inah pun sedikit menyeletuk dan Olla mengiyakannya.

"Kan Mas Rey tadi pagi dateng sendirian, mau cari Mas Rio tapi nggak ada. Cari Bapak sama Ibu juga nggak ada. Kasian banget tadi sendirian aja," kata Mbak Inah.
"Iya nih, Mas Rio sih..." kata Olla.
"Ah udah, udah, gue mau nonton jadi nggak konsen deh," kata Rio sambil memperhatikan acara TV dengan seksama.
"Yaude terserah lu deh mas," kata Olla dengan kesal.

Beberapa saat kemudian, Olla dipanggil oleh ibunya...

"Olla....Olla..." panggil Bu Netty.
"Ada apa sih ma?" jawab Olla.
"Mama lagi kepengen siomay nih, suruh Mas Rio beliin deh," kata Bu Netty.
"Kenapa nggak suruh Bang Somad aja?" tanya Olla.
"Somad nggak tau tempatnya dimana. Mas Rio yang tau. Ini duitnya cepet kamu suruh sekarang," kata Bu Netty sambil menyerahkan sejumlah uang ke Olla.
"Iya ma," kata Olla.

Setelah diberi uang oleh ibunya, Olla berteriak kencang di dekat kuping Rio.

"Mas Rio!!!!!!!" teriak Olla.
"Apa lagi sih, lu kira gue budek kagak bisa denger," jawab Rio dengan kesal.
"Disuruh mama beli siomay di tempat biasa. Nih duitnya," kata Olla sambil menyerahkan sejumlah uang ke Rio.
"Sip."

Rio segera mematikan TV dan bergegas ke garasi untuk menghidupkan motornya. Tetapi, saat dihidupkan, motornya tidak bisa dikendarai. Rio menemukan suatu kejanggalan. Oleh karena itu, ia memanggil Somad.

"Somaaaad!!!"
"Ada apa mas?"
"Motor gua kok nggak bisa jalan ya?"
"Tar, saya cek dulu."

Somad melihat apakah ada kerusakan di motor Rio. Ternyata, businya kotor.

"Businya kotor mas."
"Ada yang make motor ya tadi?"
"Iya mas, Mbak Danela sama Mas Rey."
"Hah, pasti tu anak yang ngerusak. Yaudah besok lo bawa ni motor ke bengkel. Gua pinjem motor lu dulu ya Mad."
"Ok mas."

Lalu Rio pergi membeli siomay menggunakan motor milik Somad. Sementara di kamar tamu, Rey sibuk membuka koper sambil membagikan oleh-oleh pada Pak Prabowo, Bu Netty, dan Olla.

"Nih coklat, spesial buat Om Bowo," kata Rey sambil memberikan sejumlah bungkus coklat ke Pak Prabowo.
"Wah, pasti enak nih, makasih ya Rey," kata Pak Prabowo.
"Sama-sama Om. Ini parfum Elizabeth Arden, titipan Tante Netty," kata Rey sambil memberikan parfum ke Bu Netty.
"Wah makasih banyak ya Rey, tante cari-cari disini nggak ada jualnya," kata Bu Netty.
"Nah, ini coklat buat Olla. Aku tau banget kamu suka coklat ini," kata Rey sambil memberikan coklat ke Olla.
"Makasih ya Mas...udah ngincer dari lama nih ngarep gitu Mas Rey bawa coklat ini kalo kerumah," kata Olla sambil tersenyum

Tiba-tiba, Danela masuk ke kamar tamu. Olla langsung menyuruhnya masuk.

"Sini masuk mbak, mau coklat nggak dari Mas Rey?" panggil Olla.
"Nel, mau coklat nggak? Masih sisa loh," kata Rey yang menawarkan beberapa bungkus coklat ke Danela.
"Nggak usah Rey, makasih," kata Danela
"Nggak papa lah, itung-itung buat bayar utang tadi," kata Rey.
"Ok lah, makasih ya Rey. Gue suka banget coklat yang ini," kata Danela menerima coklat pemberian Rey.
"Ini semuanya aku beli waktu liburan ke Swiss," kata Rey kepada Olla.
"Pantesan enak-enak semua mas," kata Olla.

Beberapa saat kemudian, Rio pulang. Lalu ia membawa siomay pesanan tantenya itu ke kamar tamu.

"Siomay sudah dataaaang..." kata Rio.
"Wah, gue udah lama banget nggak makan siomay," kata Rey melihat siomay yang dibawa Rio.
"Ini buat Tante Netty ya, bukan buat lo," canda Rio kepada Rey.
"Udah Rey, ini buat kamu aja siomaynya. Kita makan bareng-bareng ya," kata Bu Netty.
"Makasih tante," kata Rio.
"Tapi Rey...gue bagi coklatnya dong. Itung-itung ini upah gue beli siomay," canda Rio lagi.
"Tenang, Yo. Lo ada bagiannya kok," kata Rey.
"Gue cuma bercanda kok Rey," kata Rio.
"Serius gue ada kok coklatnya buat lo," kata Rey.
"Sip deh makasih ya," kata Rio.
"Rio, Rey, ayo makan, makan," kata Bu Netty memanggil Rio dan Rey untuk makan di ruang makan.

Pada tengah malam, Rey duduk sendiri di balkon. Kemudian Danela menghampirinya.

"Rey, nggak tidur lo?"
"Ntar aja lah, lo nggak pulang Nel?"
"Lah kan gue nginep sini."
"Tidur di mana lo?"
"Kamar tamu atas lah"
"Gue kira abis makan tadi lo pulang."
"Oooo. Lo emang sering ke Jakarta ya?"
"Iya, setahun sekali. Hampir setiap kali ke Jakarta gue nginep disini."
"Oooo. Lo emang tinggal di Swedia apa kerja apa gimana sih?"
"Gue tinggal disana dari lahir. Bokap kerja disana. Lo sendirian aja nginep sini? Nggak liburan kemana gitu?"
"Iya, ada urusan yang bokap sama nyokap ngga bisa tinggalin. Makanya gue nginep sini. Bete kalo di rumah sendirian."
"Lo anak tunggal?"
"Iya. Eh lo disini kan lumayan lama ya Rey, rencananya mau kemana aja?"
"Masih belum tau sih. Jakarta isinya mall semua gini masa gue ke mall."
"Lah, katanya lo sering kesini? Masa nggak tau mau kemana?"
"Gue kalo ke Indonesia nggak pernah lama-lama. Biasanya cuma 1-2 hari doang di Jakarta. Itupun kalo ada urusan kerjaan. Banyakan ke luar Jakarta gue. Jadi nggak gitu sering jalan-jalan."
"Kalo ke Monas sama Kota Tua udah pernah?"
"Belum, Nel."
"Ah payah lo. Kalo lo mau kesana, sini gue anterin."
"Gimana kalo besok abis nganterin Rafael sama Isabelle ke stasiun? Besok mereka kan ke Jogja."
"Hmm boleh deh."

Rio masih dilanda rasa penasaran akan siapa dalang dibalik kerusakan motornya. Oleh karena itu, ia ke atas dan memanggil Rey.

"Rey!!!"
"Apa, Yo?"
"Tadi lo make motor gue ya?"
"Iya."
"Motornya kok nggak bisa dijalanin sekarang?"
"Iya, tadi pas pulang tiba-tiba berhenti gitu di jalan. Ga bisa dinyalain mesinnya."
"Itu tadi pas lo yang jalanin?"
"Nggak, Danela."

Lalu Danela memotong pembicaraan mereka berdua.

"Iya, tadi pas gue pake tiba-tiba berhenti sendiri motornya. Gue kan nggak ngerti apa-apa tuh. Rey juga nggak ngerti. Nggak ada bengkel juga deket situ. Ya udah deh gue dorong aja motornya sampe rumah. Sorry banget ya Yo," kata Danela memohon maaf.
"Nggak bakalan gue maafin lo Nel awas kalo lo rusakin lagi ni motor," kata Rio dengan kesal.
"Ah rese lu Yo," timpal Danela
"Ya elah tadi gue cuma bercanda," kata Rio.
"Aaah," kata Danela dengan kesal.

Tidak ada komentar: