Laman

Jumat, Januari 17, 2014

"Cinta" dan Cyberbullying

Sebenernya ini cerita udah lama banget hampir 3 tahun yang lalu. Mau di post disini sejak lama tapi ga sempet-sempet terus *bilang aja males*. Yang punya cerita udah bikin kesaksian di gereja (btw doi Katollik) dan setuju kalo ceritanya disebarin kemana-mana biar kita semua bisa lebih hati-hati dalam berteman dan selalu ingat Tuhan dalam memulai aktivitas apapun jadinya ngga tersesat :)

Saat itu, A (sebut saja namanya begitu), seorang janda paruh baya dengan anak (lupa anaknya ada berapa), tengah doyan-doyannya bermain Facebook. Selain berjumpa kembali dengan teman lama, bermain Facebook juga mengurangi rasa kesendiriannya pasca ditinggal suami dan anak-anaknya yang sudah dewasa yang meniti jalan hidupnya masing-masing.

Hingga pada suatu saat di bulan Maret 2011, ada sosok yang menarik perhatian A di friend request akun Facebook nya. Sosoknya terlihat sangat gagah mengenakan seragam tentara Amerika Serikat pada fotonya. Dia mengaku dirinya seorang brigadir tentara. Pria tersebut bernama D. D berhasil membuat A kepincut sehingga A mengconfirm permintaan pertemanan dari D.

Mereka pun berkenalan, bertukar pesan, hingga pada akhirnya jatuh cinta. Kemudian mereka bertukar email, terus berkirim kabar hingga A memanggil D dengan sebutan honey *asik asik joss*. Cinta pun terus tumbuh diantara mereka berdua. D selalu menyuguhi A dengan janji-janji yang sangat manis jika ia datang ke Indonesia nanti. Hal ini membuat A semakin cinta pada D dan mantap untuk memilih D sebagai calon pasangan hidupnya kelak.

Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. D akan membawa hadiah  untuk pasangan impiannya. Hadiah tersebut terbalut (lu kata soft*x) bungkus kado yang juga sangat indah. Ia menitipkan hadiah itu kepada atasenya, J, untuk dibawa ke Indonesia dari London (kebetulan si J ini orang KBRI London yang khusus militer katanyee) Namun, batu kerikil menyandung J ketika telah tiba di bandara. Hadiah yang ia bawa ditahan oleh petugas imigrasi. Ketika A mengetahui hal ini melalui telepon dari J, ia menjadi panik. Sangat panik. A langsung bertanya kepada anaknya bagaimana cara menyelesaikan persoalan yang J hadapi. J juga berkata pada A bahwa A perlu menyerahkan uang sebesar 150 juta rupiah untuk membebaskan uangnya yang ditahan. Karena sudah panik, J menanyakan alamat A dan A memberitahunya. Pada akhirnya, A menjual mobil Kijang Innova kesayangannya demi mendapatkan hadiah dari orang yang dicintainya.

Setelah itu, A baru sadar bahwa dirinya tertipu. Saat ditelpon oleh J, A pun menyadari jika suara J memiliki aksen Afrika namun A merelakan hartanya karena dimabuk asmara. Padahal, teman-temannya sudah memperingatkan dirinya untuk berhati-hati jika berkenalan dengan orang di dunia maya dan seorang pejabat Amerika tidak mungkin memasang fotonya dengan seragam di dunia maya. Beberapa bulan kemudian, barulah A memberi kesaksian di gereja. 

Ya dari kasus A ini kita bisa belajar dan ambil hikmahnya yaa. Sekian dulu postingan kali ini kalo ada yang kurang atau lupa bakal ditambahin hehe.

Minggu, Januari 12, 2014

Unforgettable 221213

Pas mau bikin postingan ini sebenernya ada insiden yaitu mati listrik sedetik jadi tadinya mau ngetik lewat komputer tapi tiba-tiba mati yasudahlahya lewat yang lain aja. Oke tulisan ini ga penting.

Sebelumnya minta maaf nih karena udah 'janji' mau ngepost ini dari kemaren-kemaren tapi karena ada ujian, dan sekarang udah libur jadi selain liburan ada beberapa hal yang harus diurus misalnya riset sama remed, ditambah faktor M juga alias males jadi ya baru kesampean sekarang.

Jadi hari itu aku udah rencana mau belajar K22 alias kuliah pemeriksaan psikiatri yang diberikan oleh dr. N, SpKJ alias ketua modul Saraf Jiwa tahun ini. Tapi karena hari itu hari minggu dan kupikir masih banyak hari libur yang bisa dipake untuk belajar sumatif 2 sama praktikum, aku putusin untuk ikut pergi sekeluarga ke Kota Kasablanka (bahasa gaulnya Kokas) buat iseng aja jalan-jalan. Padahal tadinya udah bener-bener nolak mau pergi karena mau belajar.

Sesampainya di Kokas, kita langsung jalan sebentar abis itu cari makan karena udah siang. Mau cari makan di restoran manapun penuh. Yaudah kita keliling sampe ketemu tempat makan yang ngga penuh. Pas pikiran udah mentok, akhirnya kita mutusin buat makan di restoran Thai (kalo ga salah) yang deket eskalator depan (pas masuk kan di sebelah kiri lobby ada eskalator terus naik kesana di samping kirinya ada restoran) tapi penuh. Sebelum ke restoran Thai itu (aku jalan dari arah belakang), kita lewat Excelso dan aku liat dr. N lagi makan siang bareng suami dan anak laki-lakinya. Aku langsung excited liat beliau tapi ga berani mau salaman dan langsung lari ke restoran. Pas liat itu restoran, ternyata udah penuh terus kita muter balik lagi, otomatis kan lewat Excelso lagi. Langsung lah aku senyumin beliau ini dari jauh dan akhirnya punya keberanian juga buat salaman sekalian kenalan, saya ini loh mahasiswi dokter yang seneng liat kecantikan dokter dan kepoin dokter saking ngefansnya sama dokter. Ga deng cuma kenalan saya mahasiswinya aja. Abis kenalan, salaman, basa-basi sebentar abis itu udah cari makan dan akhirnya makan di Penang Bistro.

 Udah emang cuma segini aja ceritanya tapi berkesan banget dan tak terlupakan. See you next post :)

 Pesan sponsor : tolong doain riset skripsi saya kelar dan bisa sidang semester 6 insya Allah yang doain dikasih pahala, dihapuskan dosanya, dan urusannya dilancarkan oleh Allah aamiin ya robbal alamin :)

Rabu, Januari 01, 2014

010114


Ga afdol kalo ga bikin ginian. Selamat tahun baru semuanya, mohon maaf fotonya jelek karena ga sempet fotoin mercon haha. Semoga di tahun 2014 ini semuanya bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Aamiin ya robbal alamin.