Laman

Rabu, Desember 31, 2014

:)

Copas dari grup sebelah. Renungan yang oke (biarpun mainstream soalnya ngomongin jatohnya Air Asia) untuk menutup tahun ini :)

Berbicara tentang jatuhnya pesawat AirAsia, aku jadi inget kejadian Ahad pagi di Juanda. Kebetulan, aku salah satu penumpang AirAsia dari Surabaya, tapi jurusan Jakarta. Kebetulan lagi, jadwal flight-ku tak lama setelah jadwal QZ8501 jurusan Singapura. 

Pagi itu di tempat check in, ada seorang bapak paruh baya yang marah-marah. Ternyata bapak itu ketinggalan pesawat AirAsia jurusan Singapura. Dia marah-marah karena ketinggalan walau cuma beberapa menit dan ngotot minta diperbolehkan masuk. Tapi ternyata petugas bandara tetap tidak mengizinkan bapak itu masuk. Akhirnya, bapak itu harus mencari pesawat lain jurusan Singapura.

Jika saat itu bapak tsb tetap diperbolehkan ikut QZ8501, dia akan menjadi salah satu korban yang tenggelam dan bahkan mungkin menjadi korban yang belum ditemukan. 

Begitulah. Nasib yang kita anggap buruk, seringkali mempunyai hikmah yang luar biasa. Kita seringkali buru-buru marah terhadap taqdir, padahal Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Allah telah jelas berfirman, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, pdahal ia Amat baik bagimu. Dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia Amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al-Baqarah : 216)

Tidak ada komentar: