Laman

Jumat, Oktober 30, 2015

:)

Nyomot dari caption foto IG orang, bagus deh :)

Your children are not your children. 
They are the sons and daughters of Life's longing for itself. 
They come through you but not from you, And though they are with you, yet they belong not to you. 

You may give them your love but not your thoughts. 
For they have their own thoughts. 

You may house their bodies but not their souls, For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams. 

You may strive to be like them, but seek not to make them like you. 
For life goes not backward nor tarries with yesterday. 

You are the bows from which your children as living arrows are sent forth. 
The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far. 

Let your bending in the archer's hand be for gladness; For even as He loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

-Kahlil Gibran

Kamis, Oktober 29, 2015

Pengen sedikit cerita soal mimpi pas tadi tidur petang. Kebetulan banget lagi inget sama mimpi padahal biasanya sering mimpi terus lupa. Tapi kali ini ga seseru mimpi yang biasanya haha. 

Jadi ceritanya dirumah lagi ada acara keluarga dari pihak mama. Ga tau juga sih acara apaan yang jelas dirumah rame banget. Sepupu-sepupu sama keponakan-keponakan ngumpul semua di kamarku, ya main, ngobrol, seseruan lah pokoknya. Sampe suatu ketika, ada seorang sepupu yang nggosip, bilang kalo Mba Intan (sebut saja namanya begitu), adik bungsu istri sepupuku, punya pacar bule. Spontan jadi pada kaget dong dan semua bicarain si Mba Intan ini. Orang kan mikirnya punya pacar bule pasti ganteng ya, secara si Mba Intan ini juga tampangnya lumayan dan ada turunan Belanda gitude hahaha. Terus pada ribut, pada mau ngistilahin alias ngasi nama panggilan ke si bule pacarnya Mba Intan apa ya, usulannya macem-macem, ada mister lah, apa lah, pada ketawa pokoknya. 

Ga lama kemudian setelah diomongin (mungkin doi punya kuping udah panas juga kali), ada yang ngetok kamar. Pas dibuka....jengjeeenggg....ga taunya Mba Intan. Bener-bener manglingi banget kalo orang Jawa bilang (tapi doi bukan orang jawa sih). Mba Intan pake hijab, warna item, bukan hijab gaul sih tapi tetep cantik. Terus bajunya baju kurung item, banyak hiasannya, pokoknya kaya emak-emak pengajian kelas atas niat gitu. Selain itu dia juga dandan banget, lipstiknya warna pink, keliatan cantik deh pokoknya ga menor. Cantik deh yang jelas sampe aku ga ngenalin sama sekali. Pas aku liat tampangnya aku bilang "Ini Mba Chicha ya? (sebut saja namanya begitu, dia kakaknya Mba Intan alias istri sepupuku). Terus dia geleng-geleng kepala. Kutanya lagi, "Mba Intan ya?". Baru deh dia bilang iya. Abis itu dia langsung masuk kamarku 

Mba Intan masuk kamar, aku keluar kamar saking penasaran pacarnya yang mana. Eeeh...ga taunya ga taunya. Jauhhhh dari perkiraan. Orangnya gendut, rambutnya item, kumisnya tebel kaya oom Adam Suseno, kaco deh pokoknya. Tapi tetep bule. Ga ada cakep-cakepnya sama sekali hahaha. Pas itu doi lagi duduk di sofa ruang keluarga. Biar begitu dia nempel sama bocah. Keponakan-keponakan langsung pada nyapa semua terus dia pelukin dia manjain satu-satu. Ngana cuma bisa diem aja di pojokan sambil bingung.

kira-kira kaya gini lah kumisnya
Kelar deh mimpinya. Bangun-bangun rumah mati listrik keliatan diluar kamar banyak lilin hahaha. Bener-bener ngaco deh mimpinya. Aslinya si Mba Intan ini punya suami cuma aku gatau tampangnya gimana bukannya pacaran sama bule koyo di mimpi hahahahaha. 

Segini dulu ya ceritanya. Semoga mimpi selanjutnya bisa inget terus diceritain hahaha. See ya next post :)

Selasa, Oktober 27, 2015

Oktober 2015

Sudah lima tahun sejak Oktober 2010. Dulu masih jadi anak SMA labil, sekarang alhamdulillah tinggal beberapa stase klinik lagi abis itu sumpah dokter *tetep masih lama*.

Hmm entah kenapa lagi males banget update blog dengan meninggalkan sejumlah postingan di draft.

Setelah semuanya terjadi...hmhmhmhm...

Perasaan kagum ini dateng lagi. Aku ketemu sama..........yang cantik, menarik, pinter, anggun, dan berkarisma. Dari penampilannya, caranya bicara, cara memperlakukan aku, aku suka semua. Setiap kali ngeliatnya bawaannya pengen senyum (alhamdulillah disenyumin balik mulu haha). 

Jadi pada intinya...
"Apakah pertemuan kita ini takdir?" - Cihan
"Aku tidak tahu." - Gulseren

Gulseren & Cihan, sama-sama nyari apa yang ga mereka dapet di pernikahannya masing-masing, yaitu cinta
Semoga diriku tetap merasa kagum (maksudnya ga lebih, soalnya kalo lebih ntar semuanya rusak haha) dan dirinya selalu mengagumkan. :)

Kamis, Oktober 08, 2015

Lagi Jenuh

"Loving can hurt, loving can hurt sometimes, but it's the only thing that I know" - Ed Sheeran - Photograph

Jadilah bikin beginian edisi drama Turki dengan duo baper favorit saya. Dipost disini karena belum pede sekaligus malu kalo nge tag ke dagelan.

Buat kamu-kamu semua, pada dapet kiss nih dari Om Cem (kanan bawah)

Kerem-Bennu-Cem